Artikel Populer

Mengagumkan! Bakteri Lebah Madu Mampu Gantikan Antibiotik?

Sabtu, 20 September 2014

Lebah Madu, salah satu binatang dengan segala manfaatnya membuat ilmuwan dan peneliti serta kita manusia menyadari betapa mengagumkannya ciptaan Allah. 

Lebah Madu, gambar: mnn.com

Bukan hanya sebagai hewan cerdas, yang memberikan inspirasi bagi manusia dalam membuat bentuk paripurna dari sarang lebah yang berbentuk heksagonal. Namun pula, Lebah Madu memberikan manfaat bagi kesehatan manusia lewat madunya yang lezat dan manis.

Kali ini, bahkan peneliti menemukan bukti bahwa ternyata bakteri yang terdapat pada lebah madu mampu menggantikan antibiotik pada umumnya. Bakteri dalam perut lebah tersebut mampu menyembuhkan luka hingga mengalahkan antibiotik resisten super. Sehingga potensi pengobatan bakteri lebah madu sedang dikembangkan untuk kesehatan dunia.

Jaman sekarang, bakteri makin resisten terhadap antibiotik, bahkan organisasi kesehatan dunia mengingatkan bahwa, luka ringan dan infeksi umum kadang mampu membunuh nyawa seseorang. Mungkin inilah saatnya bakteri lebah madu jadi solusi terbaik bagi dunia pengobatan terutama antibiotik.

Madu merupakan antibakteri alami, yang membantu menjelaskan mengapa tidak pernah membusuk dan mengapa orang telah menggunakannya sebagai obat selama ribuan tahun. Itu berkenaan dengan viskositas, keasaman dan kadar gula membuatnya pandai melakukan penyegelan luka, dan bahkan mengandung sejumlah kecil hidrogen peroksida.

Para peneliti di Swedia baru-baru ini menemukan sekelompok unik dari bakteri asam laktat yang hidup di dalam lebah madu '"perut madu," bagian yang diperbesar dari esofagus saat serangga nektar saat mencari makan

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan, dari 13 bakteri asam laktat lebah madu menyembuhkan infeksi bakteri lainnya, termasuk strain superbug berbahaya seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Pseudomonas aeruginosa dan vankomisin-tahan Enterococcus (VRE).

Bakteri lebah mengalahkan setiap patogen yang mereka hadapi, hasilnya menjanjikan, mengingat ancaman global yang ditimbulkan oleh superbug. Bakteri itu bukan hanya diuji terhadap bakteri manusia yang menginfeksi dalam pengaturan laboratorium, tetapi bakteri lebah melakukan keajaiban dan bekerja dengan baik untuk 10 kuda dengan luka persisten

Bakteri yang dicampur dengan madu dan dioleskan secara langsung ke luka kuda menyembuhkan kesemua 10 kuda tersebut. That's amazing.


Bakteri ini merupakan salah satu flora simbiosis terbesar yang pernah ditemukan di organisme tunggal, melindungi semua spesies lebah madu dan setidaknya beberapa lebah stingless dari ancaman mikroba yang mereka hadapi saat mengumpulkan nektar

Meskipun mekanisme yang tepat tetap menjadi misteri, para peneliti mengatakan rahasia untuk hasil yang kuat seperti kemungkinan berbagai zat aktif yang terlibat.  

Bagaimana dengan madu yang sudah berada di toko-toko swalayan? Madu kemasan tidak mengandung bakteri asam laktat hidup dari lebah madu, sehingga manfaatnya untuk antibiotik berkurang, karena banyak sifat uniknya yang hilang karena proses pengelolaannya.

Penelitian ini menjadi pertanda baik bagi negara-negara berkembang, mengingat ketersediaan madu segar, tetapi juga bagi banyak negara-negara maju di mana resistensi antibiotik terus meningkat. Para peneliti mengatakan langkah berikutnya adalah untuk mengetahui penggunaan yang lebih luas dari bakteri ini terhadap infeksi topikal lebih pada hewan termasuk manusia.

sumber: mnn.com
Read Post | komentar

Trailer “The Mockingjay Lives” dalam 15 Jam Ditonton 4 Juta Kali

Selasa, 16 September 2014

The Hunger Games: Mockingjay Part 1, nampaknya benar-benar kembali menyedot perhatian pecinta film dengan trailer terbarunya berjudul "The Mockingjay Lives".

The Hunger Games: Mockingjay Part 1, gambar diambil dari potongan video
Hanya dalam waktu 15 jam, trailer berdurasi 1:47 menit ini telah ditonton sebanyak 4 juta kali. Angka fantastis ini tentu bukan hal baru bagi film yang sangat digemari remaja seluruh dunia ini. Tahun lalu saja trailernya mencapai 20 juta lebih ditonton di channel youtube.

Berikut video trailernya:



Film yang akan tayang bulan November mendatang ini, memang begitu dekat dengan penggemar setianya. Selalu mengupdate berita terbaru di fan page facebook, hingga yang terbaru lewat instagram. Maka tak heran penggemar buku novel The Hunger Games hingga pecinta filmnya, berdebar-debar menunggu kelanjutannya yang diperkirakan makin seru dan makin menimbulkan banyak konflik dalam ceritanya.

Terlebih terdapat peran baru yang diperankan oleh Julianne Moore sebagai President Alma Coin, yang juga jadi pemimpin di negara Mockingjay tempat Katnis Everdeen (diperankan oleh Jennifer Lawrence) berada saat ini.

Kita tunggu saja hingga November dan berharap ceritanya makin seru dan tidak mengecewakan penggermarnya, heee...
Read Post | komentar

Inovasi Mengagumkan Kaos Anti Noda

Sabtu, 13 September 2014

Tumpahan air tak mampu membasahi kaos bernama SILIC ini. Begitupun tumpahan oli atau cairan lainnya. Inovasi mengagumkan T-Shirt SILIC terbuat dari bahan nanoteknologi superhydrophobic, yang menggunakan struktur mikroskopis untuk mengusir cairan berbasis air dengan membentuk lapisan udara antara kain dan molekul cairan

T-Shirt Silic, gambar: silicshirts.com
Nama SILIC diambil dari miliaran partikel silika lapisan kain. Ketika mengenakan kemeja silic saat bekerja sampai berkeringat, cairan ini akan menguap ke udara bukan ke kain. Untuk desain kemeja, Patel telah bekerja sama dengan mantan desainer dari Vera Wang. Cek video berikut ini:



T-Shirt Silic menarik perhatian banyak orang, sehingga keuntungan yang tadinya diperuntukan untuk amal, ternyata melebihi angka yang ditargetkan, saking antusiasnya para penggemar kaos anti noda.

Sehingga, akhirnya T-Shirt Silic dijual di toko-toko komersial, dan kini kita bisa membelinya lewat website resminya silicshirts.com.

Mengagumkan bukan? berminat membeli bajunya, siapkan dana sebesar $48 atau sekitar 500.000 rupiah setiap kaosnya. Anda bisa memilih warna putih atau hitam.
Read Post | komentar

GOMUDA OFFICE LOUNGE

Jumat, 12 September 2014

Salam sukses kawan. Kami segenap team Gomuda menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan serta partisipasinya dalam kegiatan yang digelar. Serta kami sampikan beribu terima kasih bagi pelanggan setiap produk Gomuda Men's Knit Sweater.

GOMUDA OFFICE LOUNGE

Kesetiaan kawan Gomuda, memotivasi kami untuk terus berkarya lewat blogging serta online store memberikan yang terbaik. Termasuk salah satunya produk yang selalu update tiap bulannya dan produk anyar Gomuda Shoes dengan empat model yang sangat menarik untuk casual ataupun resmi.

Atas berkat rahmat Allah SWT, kamipun akhirnya dapat mewujudkan kantor mini gomuda yang kami sebut "Gomuda Office Lounge" yang terdiri dari beberapa bagian atau bilik-bilik. Seperti tampak pada berikut ini:

Bilik Tamu. Bagian ini diperuntukkan bagi tamu yang datang ke toko Gomuda

Bilik Smart. Disinilah kami beroperassi untuk berjualan online hingga menuliskan artikel di blog gomuda.com

Bilik Muda. Tempat santai termasuk nonton TV, film, hingga bermain games. Namun tempat ini juga diperuntukkan bagi tamu vip seperti investor, dll.
Bilik Fun and Food. Disinilah persediaan makanan kami tersimpan, serta tempat istirahat untuk makan siang atau sore. Serta tempat refreshing bermain Tennis Meja.
Mushola dan Kamar Mandi. Cuci Tangan, Berwudlu, membersihkan diri hingga mandi dan beribadah tak terlupakan.

Thanks guys. Kami terbuka lebar bagi kawan gomuda yang ingin berkunjung untuk diskusi mengenai anak muda, membeli produk kami atau mendaftar sebagai teman sejawat kami baik sebagai reseller atau lainnya.

Gomuda Office Lounge
Jl. Amir Mahmud No. 419, Lt. 2 Holland Bakery Cibabat, Cimahi 40513
Read Post | komentar

Demi Selamatkan Amazon, Warga Lucuti Pakaian Pembalak Hutan

Senin, 08 September 2014

Hutan Amazon, Brazil adalah salah satu paru-paru dunia paling berharga untuk Bumi dari pemanasan global, yang kian lama kian terkikis karena pembalakan liar, penyusup tak diinginkan menghancurkan hutan.

Pejuang Hutan Brazil menangkap pembalak hutan, gambar: TheAtlantic.com

Sama halnya seperti Indonesia, Sumatera dan Kalimantan juga merupakan paru-paru dunia terhijau setelah Brazil, kian lama kian gundul karena orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan pemerintahpun begitu lambat menangani masalah besar tersebut.

Para pejuang lingkungan hidup begitu semangat mengobarkan kelestarian hutan, perlindungan hewan langka, namun sama sekali tak digubris oleh mereka yang tak punya hati akan betapa pentingnya hutan.

Frustrasi oleh kurangnya tindakan pemerintah untuk menjaga hutan dari pembalak liar diwilayah India Alto Turiacu, prajurit lokal dari beberapa suku Brazil, mengambil tindakan nyata untuk menemukan kamp-kamp pembalakan, menghancurkan peralatan, dan mengusir para penyusup yang tidak diinginkan.

Fotografer bernama Parracho mendokumentasikan adegan prajurit menangkap sejumlah orang di hutan, membakar truk mereka, kemudian melepaskan tawanan tetapi tanpa sepatu atau celana, serta tangan mereka masih terikat.

Berikut potret pejuang hutan melindungi hijaunya Amazon yang berhsil didokumentasikan dan dipublish di TheAtlantic.com:









Semangat pejuang hutan Brazil ini patut diacungi jempol. Hutan harus tetap terjaga, saat pemerintah tak lagi peduli, maka siapa lagi yang menjaganya selain kita. Suku di Amazon, mungkin bisa memberikan pelajaran dan hikmah bagi pemerintah Indonesia dan pejuang hutan serta kelestarian alam disekitar kita. Go green, dan tetap buang sampah pada tempatnya.


Sumber gambar diambil dari: TheAtlantic.com
Read Post | komentar

Potret Meghalaya, Desa Terbasah di Dunia

Sabtu, 06 September 2014

Tahukah kamu desa terbasah dan paling sering hujan di dunia? Jawabannya adalah daerah Meghalaya, India, tepatnya di daerah bernama desa Mawsynram. Desa ini menerima 467 inci hujan pertahunnya.

Stasiun cuaca di pinggiran Mawsynram. Pengukuran dari stasiun diambil bulanan, tetapi pada akhir 2014 sistem pengukuran digital otomatis akan menggantikan stasiun ini. gambar: theatlantic.com
Saking seringnya hujan, warga sekitar yang bekerja keluar ruangan selalu menggunakan payung modern, maupun payung tradisional yang terbuat dari bambu dan daun pisang. Begitu mengagumkannya tempat terbasah ini, membuat fotografer Amos Chapple mendokumentasikan keunikan serta keindahan desa Mawsynram. 




Mulai dari kebiasaan menggunakan payung bambu hingga jembatan kehidupan yang begitu alami terbuat dari akar tumbuhan yang rindang dan membentang, seperti koleksi gambar dari TheAtlantic.com berikut ini:


Desa Mawsynram, diakui memiliki curah hujan rata-rata tertinggi di Bumi. Bertengger di atas bukit di Khasi Hills dari timur laut India, desa menerima 467 inci hujan per tahun - tiga belas kali lipat dari Seattle. Curah hujan berat karena arus udara musim panas menyapu dataran mengepul dari Bangladesh, mengumpulkan kelembaban saat mereka bergerak ke utara. gambar: TheAtlantic.com
Sebuah jembatan akar pohon yang dikembangkan untuk menggantikan yang lebih tua, jalan memutar di jurang jauh di hutan dekat Mawsynram. Gambar: TheAtlantic.com
Di lembah di bawah Desa Mawsynram, Desa Nongriat mempertahankan contoh yang paling terkenal dari "jembatan hidup" yang telah digunakan selama berabad-abad di wilayah ini. Gambar: TheAtlantic.com
Tiga buruh berjalan ke Mawsynram bawah payung Khasi tradisional yang dikenal sebagai knups. Terbuat dari bambu dan daun pisang, yang knups disukai untuk memungkinkan bekerja dua tangan, dan karena mampu berdiri dengan angin kencang yang menyerang daerah selama hujan lebat. Gambar: TheAtlantic.com
Buruh mengenakkan knups bekerja mengangkat batu dengan gaji perharinya $2,60. Gambar: TheAtlantic.com


Winchester Lyngkhoi membawa daging sampai segar untuk kios daging nya pada hari pasar. Ketika ditanya apakah sulit untuk hidup dengan begitu banyak hujan, yang berusia 26 tahun menjawab, "kita tidak bisa berpikir tentang itu. Berikut selalu ada hujan tapi kita harus bekerja, jadi tak ada gunanya bertanya-tanya tentang hal itu." Gamnbar: TheAtlantic.com
Pintu masuk ke Mawsynram Village. Seperti kebanyakan desa di wilayah Meghalaya dari timur laut India, orang-orang di sini adalah Khasi, minoritas adat berjumlah sekitar 1,2 juta di India. Gambar: TheAtlantic.com
Contoh dari akar udara tipis yang telah diikat oleh penduduk setempat untuk memanipulasi pohon karet menjadi jembatan dan tangga yang bisa berdiri dengan lingkungan diguyur hujan dari Meghalaya.
Hujan mengguyur Desa Meghalaya, dengan deras. Gambar:TheAtlantic.com

Keunikan yang mengagumkan, kondisi daerah mereka yang selalu bayar karena guyuran hujan deras serta berada di daerah ketinggian dimana udara makin dingin, takl membuat mereka berputus asa dan mengeluh kenapa selalu hujan. Mereka terus bekerja dan menjalani kehidupan, karena tak ada gunanya mengeluh.


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari desa terbasah di dunia ini. So guys, have anice day and keep moving for better life.
Read Post | komentar

Mengapa Kita Memutar Ulang Lagu Kesukaan, Lagi dan Lagi?

Jumat, 05 September 2014

Seberapa sering kita memutar lagu yang kita sukai disetiap harinya? Atau berapa kali mendengarkan lagu yang sama disetiap jamnya? Fenomena ini menjadi misteri yang menarik perhatian semua pecinta musik di dunia.


Berbeda dengan film, musik lebih sering diputar ulang untuk didengarkan. Alunan suara dan nada lagunya membuat kita terbawa suasana bahkan mengikuti penyanyi asli untuk menyanyikannya, atau bahkan berdendang menggerakan tubuh sesuai alunan musik.

Seorang psikolog musik Elizabeth Hellmuth Margulis, meneliti mengapa pengulangan dalam mendengarkan musik terjadi pada setiap orang yang menyukai musik sesuai seleranya. Hingga ia menyimpulkan bahwa bukan hanya musik Pop asal Amerika saja yang selalu diulang namun juga musik diseluruh dunia.

Margulis mengatakan, pengulangan terjadi karena "efek paparan" (mere exposure effect). Paparan berulang bermakna sesuatu yang ke perasaan lebih positif tentang hal itu. Psikolog telah menemukan bahwa orang cenderung memulai sesuatu dengan waspada - atau bahkan memusuhi - hal-hal baru, yang masuk akal dari perspektif evolusi. Tapi kemudian tindakan pemaparan mengubah perasaan kita. Biasanya merasa lebih hangat ke arah hal-hal yang kita temui lagi dan lagi.


"Katakanlah kita pernah mendengar sebuah lagu sedikit saja, atau mungkin kita bahkan tidak tahu telah mendengar lagu itu, dan kemudian mendengarnya lagi. Kedua kalinya kita mendengarnya, kita tahu apa yang seterusnya terjadi pada not lagu sampai batas tertentu, bahkan jika kita tidak tahu kau tahu, "kata Margulis. "Kita lebih peka dan mampu mengikuti urutan nada lagu. Hingga pikiran kita mengatakan, 'Oh, aku suka ini! Ini adalah lagu yang baik!'.

Cek video penjelasan mengenai pengulangan lagu yang kita sukai ini:


Margulis pun mengatakan pengulangan juga memungkinkan kita untuk mengalihkan perhatian kita dari sekitar, dari aspek permukaan musik untuk aspek-aspek lain.

Komposer Arnold Schoenberg, mengakui bahwa "kejelasan dalam musik tampaknya tidak mungkin tanpa pengulangan." Sehingga saat kita menyukai lagu yang diputar maka bagi beberapa orang akan memahaminya dengan cara pengulangan.

Sehingga tak heran, pengulangan bukan hanya terjadi pada musik namun juga pada iklan iklan politik. Psikolog Robert Bornstein dari Adelphi University, menunjukkan bahwa efek paparan juga merupakan bagian dari alasan kita melihat begitu banyak iklan politik sebelum pemilihan.

Referensi:
http://ed.ted.com/lessons/why-we-love-repetition-in-music-elizabeth-hellmuth-margulis#digdeeper
http://www.npr.org/blogs/health/2014/04/07/300178813/play-it-again-and-again-sam
Read Post | komentar
 
© Copyright Gomuda - Portal Generasi Muda 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com | Redesign by Aim Kazuhiko