Gomuda.com

Blog Inspirasi Anak Muda

Rabu, 01 April 2015

Inilah Alasan Mengapa Bau Ketiak Terjadi Pada Manusia

Apakah ketiak kita sering berbau tidak sedap? Mungkin itu salah satunya deodoran dipakai untuk menghilangkan bau keringat dengan cara memblokir kelenjar keringat atau membunuh bakteri. Sehingga beberapa diantara kita ada yang mengalami iritasi dan bengkak.

bau ketiak
gambar: npr.org
Namun demikian, solusi deodoran masih yang terbaik dalam menghilangkan bau badan, dan mungkin kedepan deodoran akan lebih baik lagi dalam menangani bau ketiak seperti yang telah disarankan oleh para peneliti dari University of York di Inggirs.




Ketiak manusia memiliki banyak bakteri karena konidisinya yang lembab, hangat serta cenderung gelap. Laki-laki memiliki bau keringat lebih tinggi dibandingkan perempuan karena salah satunya pria lebih aktif bergerak dibandingkan wanita.

Tidak semua bakteri dalam ketiak buruk, ada bakteri baik, namun bau keringat tentu dihasilkan oleh bakteri buruk yang menghasilkan senyawa bau. Baru-baru ini peneliti menemukan bakteri penghasil bau keringat atau badan yang selama ini mengganggu percaya diri setiap manusia jika tanpa menggunakan deodoran.

Dosen Mikrobiologi di University of York, Dan Bawdon bersama rekannya, melakukan penelitian terhadap bau ketiak dan menemukan kesimpulan bahwa molekul berbau yang keluar dari keringat berinteraksi dengan mikrobiota aktif dan memecahnya di dalam bakteri.

Ketika bakteri memecah keringat mereka memproduksi "thioalchols" senyawa yang sebanding aromanya dengan belerang, bawang dan daging dan baunya menyengat. molekul-molekul thialcohols menguap di ketiak dan karena itulah membuatnya menjadi bau.

Bawdon dan penasehatnya Gavin Thomas, meneliti bakteri penghasil thioalcohols terbanyak dan menemukan bahwa bakteri Staphylococcus hominis lah yang berperan penting dalam menghasilkan bau keringat menyengat pada manusia.


Berkat penemuannya, Bawdon memberikan saran kepada industri perawatan diri seperti Unilever untuk memproduksi deodoran yang lebih ramah pada bakteri baik, dan fokus pada bakteri buruk di kemudian hari. Meskipun mereka masih belum tahu fungsi dari bakteri baik pada ketiak, apakah sama seperti bakteri baik pada usus atau tidak.

Unilever pun terus memberikan dana bagi ilmuwan mikrobiologi untuk lebih lanjut menelititentang bau ketiak dan bakterinya, memastikan apakah masih ada bakteri lain penghasil bau keringat. Agar dikemudian hari mereka mampu memproduksi deodoran generasi baru yang lebih ampuh dan ramah terhadap bakteri baik dan kulit ketiak.

Tidak banyak yang melakukan penelitian dalam hal bau keringat, yang kita tahu hanyalah memakai deodoran untuk menghilangkannya. Itulah yang dikatakan oleh Chris Callewaert, yang juga merupakan peneliti tentang bakteri dan bau keringat.

Chris merupakan lulusan Master di Teknik Bioscience, Kimia. Sebagai seorang peneliti di Ghent University, ia menyelidiki bau badan. Dalam penulisan karya Master nya, ia menyelidiki karakteristik kimia dari bakteri yang hidup di ketiak. Ia pun menceritakan penelitiannya kepada umum dalam acara TED Talks berikut ini:



Ketiak manusia masih merupakan sepotong misteri. Oleh karena itu, Chris melakukan penelitian dengan mempelajari flora bakteri di ketiak dengan sampling lebih dari 50 orang dan resampling beberapa dari mereka selama satu tahun. Dua genera bakteri yang selalu terjadi di ketiak adalah staphylococci dan corynebacteria, sebagai 77% dari semua urutan yang ditetapkan untuk kedua kelompok bakteri. Bakteri corynebacteria diketahui menyebabkan bau tak sedap di ketiak, sedangkan staphylococci diketahui menyebabkan tidak ada bau tak sedap yang signifikan.

Wanita umumnya didominasi oleh stafilococcus, sementara laki-laki cenderung memiliki lebih banyak corynebacteria di ketiak. Hal ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa laki-laki memiliki kulit tebal dan keringat zat lemak lebih banyak di ketiak, yang merupakan hidangan favorit untuk corynebacteria lipofilik.

Bau keringat memang mengganggu suasana bagi orang lain, terutama disaat aktivitas yang memerlukan konsentrasi dan fokus. Bayangkan saja jika dalam ruang kelas bau keringat menyebar maka dalam kelas tersebut akan mengeluh bau bada dan mungkin menutup hidung karena bau yang dicium.

Bagaimana saat berolahraga? Karena setiap orang sudah maklum dengan olahraga yang banyak mengeluarkan keringat karena aktivitas tubuh yang intens mungkin bisa jadi pengecualian menggunakan deodoran.

Maka dari itu, penting kiranya untuk kita merawat diri dari bau ketiak yang bisa jadi membuat orang merasa terganggu.

Untuk lebih tahu tentang bakteri pada keringat manusia, serta bau keringat yang dihasilkan, pelajari di website DrArmpit.com.

Referensi: npr.org




SHARE:
© Gomuda.com | All rights reserved.